Apa Modal Utama yang Harus Dipersiapkan Oleh Seorang Politisi?

1
Gambar ilustrasi

Lensa Media – Politik memiliki cakupan yang sangat luas dan dinamis. Untuk bisa terjun dalam dunia politik, seseorang harus benar – benar memiliki berbagai persiapan yang matang agar mampu bertarung dalam pergelutan politik yang penuh intrik.

Menjadi politisi, tidak cukup hanya masuk partai politik saja, ada beberapa modal utama yang harus dimiliki, baik dari segi kapasitas, modal sosial hingga material.

Pengetahuan Politik

Untuk masuk dalam dunia politik, seseorang dituntut harus memiliki berbagai pemahaman yang mumpuni di bidang politik. Salah satu yang paling mendasar adalah pengetahuan mengenai ilmu tata negara dan aturan perundang – undangan.

Bagaimana mungkin politisi nantinya akan menyusun visi dan misi politiknya jika dia tidak memahami aturan main dalam kebijakan negara.

Setelah itu, seorang politisi kemudian harus menentukan tujuan politiknya. Tujuan politik sangat penting sebagai dasar awal seorang politisi dalam menyusun visi misinya kedepan.

Tujuan politik yang baik adalah yang sesuai dan paling objektif pada kondisi dan kebutuhan negara saat ini. Sehingga, visi misi yang nantinya disusun lebih meyakinkan dan lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Jaringan dan Basis Pendukung

Pemahaman dan misi politik yang mumpuni tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan politik yang hadir melalui rakyat. Ibarat produk, anda harus bisa meyakinkan masyarakat apa yang menjadi nilai lebih anda dan kenapa anda yang lebih layak untuk dipilih. Proses panjang untuk meyakinkan masyarakat tentunya membutuhkan berbagai modal sosial yang kuat. Beberapa diantaranya bisa diwujudkan melalui kepribadian yang baik, kiprahnya secara sosial, serta kecerdasan ide dan gagasannya yang memiliki nilai lebih.

Misalnya dari segi kepribadian, seorang politisi harus mampu membangun dirinya sebagai sosok yang idealis dan berintegritas. Misalnya dengan menjauhkan diri dari praktek KKN, penyalahgunaan anggaran, atau perbuatan lainnya yang dinilai melanggar moral.

Begitupun ketika menghadapi fakta dan realitas politik, seorang politisi dituntut harus memiliki sikap yang ksatria dan berbesar hati tiap kali menghadapi realitas politik yang tidak sesuai dengan keinginannya. Misalnya kalah dalam Pilkada/Pemilu, seorang politisi harus bisa menunjukkan sikap berbesar hati dan menerima kekalahan. Tentunya, sikap ini akan menjadi nilai lebih di mata masyarakat, dan kelak akan menjadi modal yang sangat baik bagi seorang politisi.

Moderat dan Dinamis

Politik bukanlah semata – mata berbicara tentang pertempuran antara kebaikan dan keburukan semata. Bukanlah pertarungan antara cahaya dan kegelapan, tidak sehitam putih seperti dulu. Adakalanya berpolitik harus bisa melakukan suatu kompromi politik khususnya yang berkaitan dengan kondisi objektif di masyarakat.

Oleh karena itulah, dinamika politik yang kian dinamis menuntut kita untuk bersikap logis dan realistis. Ada kalanya, seorang politisi harus bersikap pragmatis, siapa dapat dia dapat. Apalagi di Indonesia, dinamika politik tidak selamanya sesuai dengan keinginan kita, adakalanya kita harus menyesuaikan diri agar bisa bertahan dan menang.

Misalnya saja, dari segi pembiayaan (politic cost), sistem politik di Indonesia saat ini faktanya memang membutuhkan biaya yang besar. Terlebih lagi, masyarakat pemilih saat ini tidak bisa dipungkiri, ada yang masih bersifat pragmatis. Tentu saja, kita harus memiliki strategi khusus agar biaya politik yang dikeluarkan benar – benar memiliki pengaruh yang positif, bukan malah sebaliknya. Karena tidak sedikit politisi yang akhirnya terjebak politik uang karena ketidakmampuannya dalam strategi keuangan.

Melalui ulasan diatas, tentunya bisa kita pahami bahwa untuk memulai masuk dunia politik, kita harus siap secara kapasitas dan material. Maka tidak sedikit politisi, yang harus diperkuat oleh sumber daya keuangan yang kuat sebagai salah satu modal. Selain juga, harus memikirkan kebutuhan keluarga yang juga harus dipersiapkan agar tidak terbengkalai nantinya.

Untuk mengawali karir di kancah politik, tentunya sulit untuk menghasilkan uang karena biayanya yang sangat besar. Memang politik bisa menghasilkan kekuasaan, dan kekuasaan bisa menghasilkan materi. Itupun bisa didapat, jika anda berhasil menang dalam kontestasi politik.

Tapi perlu dicatat, setelah duduk di tampuk kekuasaan, seorang politisi juga harus menjaga dirinya agar tidak terjebak pada penyalahgunaan wewenang yang bisa berujung pada kasus hukum. Dari sanalah nantinya masyarakat akan menilai, integritas anda sebagai seorang politisi, yang itu nantinya mempengaruhi posisi anda dalam dunia politik. (Yas)

425 total views, 1 views today