Apa Sejati nya Motivasi dan Tujuan Menjadi Seorang Pemimpin?

3

By : Boby A. Nasution

Kepemimpinan secara harfiah merupakan suatu kemampuan dalam mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti apa yang menjadi visi dan misinya untuk orang banyak. Oleh karenanya, seorang pemimpin dituntut agar memiliki beberapa keterampilan yang dapat mendukung fungsi kepemimpinan, seperti kemampuan dalam menentukan arah dan perencanaan kebijakan, kemampuan dalam strategi dan taktis, kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi, serta kemampuan manajerial.

Dalam konteks kepemimpinan negara atau daerah, semua fungsi kepemimpinan tersebut bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat (welfare state). Lingkup kesejahteran itu kalau lebih didetailkan lagi yakni mencakup aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, sumber daya manusia, kelestarian lingkungan, dan lain sebagainya.

Sejarah negeri ini sudah mencatat, beberapa pendiri bangsa merupakan orang – orang memiliki pandangan dan cita – cita yang visioner bagi kemajuan bangsa ini. Kepemimpinan bagi mereka adalah bagaimana mewujudkan gagasan dan ide mereka demi kesejahteraan rakyat. Hingga jikapun ada perdebatan diantara mereka, pasti itu membicarakan aspek ideologis, bukan aspek kepentingan kelompok.

Apa Sejatinya Motivasi dan Tujuan Kepemimpinan?

Kepemimpinan secara harfiah merupakan suatu kemampuan dalam mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti apa yang menjadi visi dan misinya untuk orang banyak. Oleh karenanya, seorang pemimpin dituntut agar memiliki beberapa keterampilan yang dapat mendukung fungsi kepemimpinan, seperti kemampuan dalam menentukan arah dan perencanaan kebijakan, kemampuan dalam strategi dan taktis, kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi, serta kemampuan manajerial.

Dalam konteks kepemimpinan negara atau daerah, semua fungsi kepemimpinan tersebut bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat (welfare state). Lingkup kesejahteran itu kalau lebih didetailkan lagi yakni mencakup aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, sumber daya manusia, kelestarian lingkungan, dan lain sebagainya.

Sejarah negeri ini sudah mencatat, beberapa pendiri bangsa merupakan orang – orang memiliki pandangan dan cita – cita yang visioner bagi kemajuan bangsa ini. Kepemimpinan bagi mereka adalah bagaimana mewujudkan gagasan dan ide mereka demi kesejahteraan rakyat. Hingga jikapun ada perdebatan diantara mereka, pasti itu membicarakan aspek ideologis, bukan aspek kepentingan kelompok.

Tujuan Kepemimpinan : Refleksi Hari Ini

Jika para pendiri bangsa ini hadir membangun bangsa ini dengan gagasan dan idenya demi kesejahteraan rakyat, lantas para pemimpin hari ini demi apa? Tidak sedikit kita melihat, banyak para kepala daerah dan para pemangku jabatan di pemerintahan justru lebih mementingkan kepentingan diri dan kelompoknya dibandingkan kepentingan rakyatnya. Lebih mirisnya lagi, kursi kepemimpinan dimanfaatkan sebagai ajang untuk memperkaya diri sendiri dan kelompok.

Buktinya, banyak kepala daerah yang kini tersangkut kasus korupsi, muaranya jelas, yakni kebijakan – kebijakan yang dikondisikan agar lebih menguntungkan diri dan kelompoknya saja.

Lalu, seperti itukah kepemimpinan yang diharapkan? Jika memang tujuan memperoleh kekuasaan hanya untuk kepentingan materi semata, mengapa tidak fokus menjadi pengusaha saja? Karena mencari uang itu jalannya ya melalui bisnis, bukan melalui jabatan pemerintahan. Semua pemikir dan para pendiri bangsa ini pasti sepakat, menjadi pemimpin sejatinya adalah melayani masyarakat, kerja pengabdian demi kesejahteraan rakyat. Kalau anda ingin cari uang, anda harusnya jadi pengusaha bukan melalui jabatan pemerintahan.

Selain itu, seorang pemimpin juga harus mampu bersikap tegas demi kepentingan rakyatnya, bukan demi kepentingan diri atau pihak – pihak yang menguntungkan dirinya. Melalui ketegasan itulah, pendirian seorang pemimpin itu terlihat terutama dalam mewujudkan kebijakan – kebijakannya.

273 total views, 1 views today