Aneh Hasil Hitung Suara PILEG DPR RI SUMUT III NAIK TURUN

0

Sumut – Hampir satu bulan berlalu sejak proses pemungutan suara pada 14 Februari 2024 lalu. Saat ini Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tengah memasuki proses perhitungan dan rekapitulasi suara. Hal ini dilakukan untuk menghitung jumlah suara yang diperoleh setiap calon atau partai politik peserta Pemilu 2024.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggunakan rekapitulasi berjenjang untuk menghitung suara Pemilu dan Pilpres 2024.
Rekapitulasi dilakukan dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS), kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga pusat. Diatur dalam Pasal 303 hingga 409 UU Pemilu.

Hadirnya Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) sebagai alat bantu perhitungan suara yang dikembangkam oleh KPU dinilai telah berhasil menghadirkan keterbukaan (transparansi) pada Pemilihan 2020 lalu. Untuk itu, KPU pun berkomitmen untuk terus memanfaatkan keunggulan Sirekap ini pada Pemilu 2024.

Namun kini hadirnya Sirekap banyak menuai atensi publik. Pasalnya, banyak terjadi ketidakcocokan data perolehan suara dengan real count di beberapa daerah.

Perbedaan jumlah perolehan suara di Sirekap dengan C1 dialami oleh Budiman Damanik, Calon Anggota DPR RI Dapil Sumatera Utarq III dari Fraksi Gerindra.

Menurut Tim Pemenangan Budiman Damanik, pada 17 Februari 2024 pukul 19.30 WIB Jumlah Suara Budiman Damanik 11.626 dengan presentase data masuk 45.00%. Namun pada 3 Maret 2024 pukul 14.00 WIB jumlah suara Budiman Damanik malah menurun di angka 11.434 dengan presentase data di 61.06%.

Jika melihat total perolehan suara Real Count dari Budiman Damanik di beberapa Kabupaten Kota seperti, Kota Pematang Siantar mendapat 3.235 suara, Kabupaten Simalungun 14.349 suara,Kabupaten Batubara 2.453 suara, total dari 3 Kabupaten/Kota Suara Budiman Damanik sudah sudah menyentuh di angka 20.037 itupun belum termasuk 7 Kabupaten/Kota lagi yang belum terhitung 100%.

Penurunan perolehan suara di Sirekap tentu menuai tanda tanya, pasalnya tidak mungkin suara menurun ketika presentase data masuk meningkat. Lalu dimanakah letak kekeliruan itu bisa terjadi? Apakah Sirekap yang tidak mampu membaca data C1 dengan benar atau benarkah adanya penggelembungan suara seperti yang ramai diperbincangkan publik? tidak ada yang pasti, kepastian yang sebenarnya adalah rasa kecewa yang dialami berbagai pihak. (*)

 96 total views,  1 views today