Film “Sang Prawira” Libatkan Petinggi Negeri Hingga Petinggi Polri.

0

lensamedia.id – Pernahkah terbayang oleh anda, pejabat tinggi negara,Purnawirawan Kapolri, dan Gubernur bermain film layar lebar?
Para pemain film ini di antaranya, Ipda Aditia ACP, Anggika Bolsterli, Ipda Dimas Adit S, Ipda M. Fauzan Yonanndi, Purnawirawan Jenderal Polisi Tito Karnavian, Luhut Binsar Pandjaitan, Yasonna H. Laoly, Ganjar Pranowo, Irjen Dr. Eko Indra H S, Irjen Agus A, Mayjend. TNI M. Sabrar F, dan Ny. Tri Tito Karnavian.

Film ini berkisah tentang seorang ayah Horas (IPDA Dimas Adit S) yang menginginkan anaknya menjadi orang kaya. Horas merupakan seorang pemuda yang lahir di sebuah kampung di tepian Danau Toba.
Keadaan keluarga yang tergolong kekurangan membuat ayahnya mengharapkan Horas menjadi pengusaha, agar bisa mengangkat status ekonomi keluarganya.

Sayangnya, Horas berpikir lain, dia ingin menjadi seorang polisi. Pengabdian kepada negara lebih penting dari urusan pribadi, mungkin itu yang terpikirkan oleh Horas. Tentu jalan menjadi lebih berat untuk menggapai cita.

Tapi tetap saja, Horas berjuang untuk meraihnya. Keadaan ini semakin sulit saat Horas juga harus mengurus kisah cintanya dengan Nauli (Anggika Bolsterli), kisah cinta yang romantis namun sangat rumit. Sang Prawira berada dalam arahan sutradara Ponti Gea dan penulis naskah Onet Adithia Rizlan. Film ini merupakan kerjasama studio produksi MRG Film dan Mabes Polri. Sang Prawira merupakan film layar lebar pertama Ponti Gea dan Onet Adithia Rizlan.

Para pemain film ini di antaranya, Ipda Aditia ACP, Anggika Bolsterli, Ipda Dimas Adit S, Ipda M. Fauzan Yonanndi, Tito Karnavian, Luhut Binsar Pandjaitan, Yassonnah H. Laoly, Ganjar Pranowo, Irjen Dr. Eko Indra H S, Irjen Agus A, Mayjend. TNI M. Sabrar F, dan Tito Karnavian. Film ini berkisah tentang seorang ayah Horas (IPDA Dimas Adit S) yang menginginkan anaknya menjadi orang kaya.

Horas merupakan seorang pemuda yang lahir di sebuah kampung yang bernama desa bakkara di tepian Danau Toba. Keadaan keluarga yang tergolong kekurangan membuat ayahnya mengharapkan Horas menjadi pengusaha, agar bisa mengangkat status ekonomi keluarganya.

Sayangnya, Horas berpikir lain, dia ingin menjadi seorang polisi. Pengabdian kepada negara lebih penting dari urusan pribadi, mungkin itu yang terpikirkan oleh Horas. Tentu jalan menjadi lebih berat untuk menggapai cita. Tapi tetap saja, Horas berjuang untuk meraihnya. Keadaan ini semakin sulit saat Horas juga harus mengurus kisah cintanya dengan Nauli (Anggika Bolsterli), kisah cinta yang romantis namun sangat rumit. Sang Prawira berada dalam arahan sutradara Ponti Gea dan penulis naskah Onet Adithia Rizlan.

Film ini merupakan kerjasama studio produksi MRG Film dan Mabes Polri. Sang Prawira merupakan film layar lebar pertama Ponti Gea dan Onet Adithia Rizlan.

 693 total views,  1 views today