Kayu Secang Untuk Penderita Diabetes dan Hipertensi

0

Apakah Anda pernah mendengar tentang kayu secang? Tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional di banyak negara ini memiliki nama latin Caesalpinia sappan. Kalau Anda atau orang-orang terdekatmu menderita diabetes atau hipertensi, maka tanaman herbal ini bisa menjadi pilihan untuk dikonsumsi.

Pasalnya, manfaat kayu secang untuk diet penderita hipertensi dan diabetes adalah mampu menurunkan tekanan darah dan gula darah. Kayu secang banyak tumbuh pada ketinggian rendah hingga sedang di Tiongkok, India, dan Asia Tenggara, salah satunya di Indonesia, dengan curah hujan berkisar dari 7004,300 mm dan suhu rata-rata 24-28°C.

Pohonnya kecil, berduri, bisa mencapai sekitar 6-9 m, dan memiliki diameter sekitar 15-25cm. Masa hidup kayu secang cukup pendek, yaitu sekitar 7-8 tahun. Kayu secang berwarna merah oranye, keras, sangat berat, serta memiliki tekstur yang halus dan rata. Bunganya sendiri berwarna kuning.

Karena manfaatnya sangat banyak, maka tumbuhan ini tidak hanya bisa ditemukan di alam liar, melainkan juga sudah dibudidayakan oleh beberapa negara. Bagian inti atau “jantung” dari kayu secang lah yang biasa dipanen dan dipotong-potong ketika sudah berusia 1-2 tahun. Nantinya, bagian tengah kayu secang ini akan diiris-iris tipis lalu dikeringkan. Setelah kering, akan diolah menjadi obat atau direbus untuk diminum.

Seperti disebutkan dalam poin sebelumnya, inti kayu secang digunakan untuk berbagai masalah kesehatan. Bagian ini berguna untuk anti-anafilaksis, anti-koagulan, anti-inflamasi, stimulasi imun, serta menstimulasi enzim glutamate piruvar transaminase dan tyrosinase. Namun, fungsinya tidak hanya sampai di situ. Daun dari kayu secang berfungsi sebagai anti-bakteri dan anti-jamur.

Batangnya berguna untuk anti-tumor, menghambat enzim phosphodiesterase, serta mengentalkan semen. Sementara itu, kulit kayu secang berfungsi sebagai anti-virus. Kayu secang dapat ditemukan dalam bahan-bahan pembuatan obat. Salah satunya pada obat Lukol, yang diminum untuk mengobati keputihan serta untuk menghentikan perdarahan setelah pemasangan IUD.

Menariknya, kayu secang juga digunakan sebagai pewarna tekstil di masyarakat kuno Tiongkok, Jepang, India, dan negara lainnya. Ya, kayu secang merupakan tanaman yang paling banyak digunakan untuk memberikan warna merah pada tekstil dan dipercaya tidak akan mengiritasi kulit

 1,828 total views,  4 views today