KNPSI: Dugaan Korupsi JR Saragih saat menjabat Bupati Simalungun

0

Simalungun | Lensamedia.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Simalungun Indonesia (DPP KNPSI) Jan Wiserdo Saragih, secara terbuka mengungkapkan kegagalan dan dugaan Korupsi JR Saragih selama 2 periode menjabat sebagai Bupati di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Simalungun.

Dilansir dari rilis yang di kirimkan DPP KNPSI kepada Lensamedia.id, pada hari senin, (2/11/2020), bahwa JR Saragih telah gagal dalam memimpin dan megelola Pemkab Simalungun, dan terdapat dugaan Korupsi di lingkungan Pemkab Simalungun.

“Hasil kinerja yang diperoleh Pemkab Simalungun dibawah Kepemimpinan DR.J.R.Saragih .SH.MM sejak tahun 2010 – 2019, bahwa Pemkab Simalungun memperoleh predikat DISCLAIMER oleh BPK sebanyak tiga kali tahun 2013 , 2017 dan 2018 serta Pemkab Simlaungun tidak pernah menerima yang terbaik atau WTP (wajar tanpa pengecualian) ini ada apa?” Tulis Jan Wiserdo Saragih, pada Senin ,(2/11/2020).

Angka kemiskinan di Kabupaten Simalungun yang selalu naik dan bertambah, karena pengelolaan anggaran Pemkab Simalungun tidak terfokus terhadap kesejahteraan Masyarakat.

“Sejak J.R. Saragih jadi Bupati Simalungun, data dari tahun 2012 ke tahun 2015 , APBD Kabupaten Simalungun bertambah sebesar Rp. 867 Miliar , tetapi tahun 2012 ke tahun 2015, Penduduk miskin Simalungun justru bertambah, dari 83.000 jiwa naik jadi 92.330 jiwa” Tegas Wiserdo

Pembangunan Infrastruktur yang semakin buruk, walaupun APBD Kabupaten Simalungun dari tahun ke tahun selalu bertambah pada saat JR Saragih menjabat Bupati Simalungun

“Kita tahu bersama kondisi infrastruktur banyak yang rusak, seperti Jalan yang kondisi rusak berat dari 3,65% naik menjadi 25,04%, Jalan kondisi baik dari 42% turun jadi 21,94 %, Jalan kondisi sedang dari 25,47 % turun jadi 22,82 %, Jalan Kondisi rusak dari 28,40 bertambah jadi 30,19%.” Tutup Ketua Umum DPP KNPSI. (Red)

 542 total views,  1 views today