KPK Kembali OTT Oknum Jaksa, Kali Ini di Yogyakarta

0

lensamedia.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap beberapa oknum jaksa di lingkungan Kejaksaan Tinggi Yogjakarta, pada Senin (19/08/2019) malam.

Selain menangkap beberapa oknum penegak hukum, tim KPK juga menangkap beberapa ASN dan pihak swasta diduga ikut terlibat kasus suap menyuap untuk pengawasan proyek.

“Ya ada kegiatan OTT di Jogja. Ada sekitar 4 orang yang diamankan dan sejumlah uang,” ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah.

Lebih lanjut Febri menambahkan, dalam OTT tersebut, KPK berhasil mengamankan uang senilai Rp 100 juta yang diduga akan dipakai sebagai uang pelicin oknum jaksa terkait tugasnya sebagai TP4D (Tim Pembentukan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah).

Operasi KPK dilakukan di beberapa tempat terpisah, selain di Yogyakarta, KPK juga memeriksa rumah seorang kontraktor yang menjadi rekanan proyek tersebut yang berlokasi di Solo.

“Selain itu, sebagai bagian dari pengamanan barang bukti ada tiga lokasi yang diamankan terlebih dahulu dengan KPK Line. Ada 2 lokasi di Yogyakarta termasuk kantor dinas PU di sana dan juga ada rumah rekanan di Solo yang kami berikan KPK line,” ujarnya.

Saat ini, para pihak yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 1×24 jam, guna ditentukan status hukumnya. Usai diperiksa, nantinya para oknum tersebut akan dibawa langsung ke kantor KPK.

Bukan Kali Pertama

Penangkapan oknum Jaksa oleh KPK bukan kali ini saja terjadi. Pada bulan Juni lalu, dua orang oknum jaksa terkena operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus dugaan suap Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, pada Jumat (28/06/2019).

Lembaga anti korupsi, ICW menyebut, tingginya angka penangkapan jaksa oleh KPK telah menambah coreng buruk penegakan hukum di negeri ini. Menurut data ICW, dalam rentang tahun 2004 s.d 2018, sudah ada 7 jaksa yang terlibat kasus suap. ICW menilai, rapor merah tersebut seharusnya sudah cukup menjadi evaluasi agar Jaksa Agung untuk mengundurkan diri karena dianggap telah gagal mengawasi kinerja lembaganya dari praktek korupsi.

“Karena peristiwa ini sudah berulang, maka Jaksa Agung diminta mengundurkan diri karena telah gagal memastikan Kejaksaan bebas dari korupsi,” demikian dikutip dari siaran pers ICW, Sabtu (29/06/2019) malam.

 195 total views,  1 views today