Masyarakat Inkopad Sasak Panjang Bogor, Minta Pemkab Bogor Usut Sebab Banjir

0

Bogor – Sekretariat Bersama Organisasi Masyarakat yang ada di wilayah Inkopad, Sasak Panjang, Kabupaten Bogor, yang diwakili Razez Morgan, meminta Pemerintah usut penyebab bencana banjir di Inkopad.

“Kami meminta kepada pemerintah untuk usut penyebab banjir di Inkopad, apakah karena dampak aktivitas pembangunan di sekitar Inkopad? misalnya seperti aktivitas pembangunan di Perumahan Samudera Residence?” Ucap Razes saat memberikan keterangan, Inkopad, Senin (1/1/2024).

Dia juga menambahkan, bahwa mayoritas masyarakat Inkopad Desa Sasak Panjang, Tajurhalang, Kabupaten Bogor, menolak dengan tegas akan adanya aktivitas pembangunan disekitar Inkopad.

“Kami juga meminta, segala aktivitas pembangunan disekitar Inkopad agar diberhentikan, apalagi belum memiliki AMDAL (Anilisis Mengenai Dampak Lingkungan), karena jika tidak, banjir ini tidak akan pernah selesai dan akan terus ada korban” Tegas Razes.

Dia juga menyampaikan, bahwa sebelumnya pada tahun 2014, masyarakat pernah menyepakati dan mengirimkan surat kepada pemerintah Bogor agar mengevaluasi Izin Perumahan Samudera Residence karena sudah mengakibatkan banjir di Perumahan Inkopad.

“Sebelumya tahun 2014, orang tua kami, senior kami pernah mengirimkan surat dengan nomor 007/SKB//XII/2014 tertuju kepada PLT Bupati Bogor pada waktu itu, yang ditanda tangani oleh seluruh Masyarakat Inkopad dan Ketua RW dan Lembaga yang ada di Inkopad, tapi sampai saat ini belum ada realisasi” Tambah Razes

Razes juga menambahkan, bahwa sebelumnya pada tahun 2016, sudah ada kesimpulan dari hasil audiensi masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, yaitu mengevaluasi Peil Banjir yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor kepada Perumahan Samudera Residence.

“Disini kami juga sudah berkoordinasi dengan mayoritas lembaga, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda yang ada di Inkopad, yaitu, Benteng Bogor Raya, HIPAKAD, Karang Taruna, GM FKPPI Rayon Tajurhalang, DKS Garda Prabowo Tajurhalang, Perwakilan Pemuda Pancasila” Kata Razes.

Selain itu, salah satu masyarakat memberikan kesaksian saat air banjir bandang dengan cepat tumpah ke Inkopad, Dedi yang merupakan masyarakat Inkopad sangat bersedih hati dan kaget akibat banjir yang terjadi di Inkopad pada hari Minggu (31/12/2023).

“Saat saya sedang di rumah kawan saya yang ada di Blok Q, saya mendengar seperti geluduk besar, setelah mendengar itu ternyata air yang seperti air terjun itu turun dari atas ke rumah-rumah warga, selang beberapa menit volume air terus bertambah dan membuat banjir setinggi betis orang dewasa di Perumahan Inkopad” Ucap Dedi saat memberikan kesaksian

Dia juga bersaksi, bahwa kejadian itu membuat masyarakat panik, takut dan bersedih karena bukan hanya air yang turun dengan cepat dan deras, tapi juga bersama bercampur dengan tanah merah yang tidak tau berasal dari mana. (*)

 9,286 total views,  2 views today