Menko Polhukam Mahfud MD Tegaskan Syarat Indonesia Maju

0

lensamedia.id – Menko Polhukam menegaskan, Syarat Indonesia Maju ada 4 yaitu, Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil, dan Makmur. Hal ini jelas tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Gangguan kita sekarang adalah soal persatuan dan intoleransi.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof. Mahfud MD dalam acara Bincang Seru di Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (17/2/2020).

“Dimana orang yang berbeda itu dianggap kafir. Dan ini sudah mulai muncul di tengah-tengah kita. Kemudian yang kedua adalah keadilan, Visi Indonesia Emas akan sulit terwujud tanpa keadilan. Negara tanpa keadilan disebut Disorientasi, kemudian bila diosorientasi ini terus dibiarkan berlanjut maka yang akan terjadi adalah Distrust atau masyarakat tidak percaya, kemudian bila distrust ini terus dibiarkan maka akan terjadi pembangkangan atau Diobedience, kemudian bila terus berlanjut maka tahapan yang terakhir Disintegrasi bangsa, yang akan memecah-belah kita sebagai sebuah bangsa.” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berbicara mengenai adil dan berkeadilan. Bagi Mahfud, adil dan berkeadilan berbeda. Apa bedanya? Awalnya Mahfud menyebut ‘adil’ sebagai kata benda dan ‘berkeadilan’ sebagai prosesnya. Namun menurutnya ada perbedaan yang signifikan dari dua kata itu.

“Ada yang membedakan begini. Adil itu adalah memberikan sesuatu kepada manusia sebagai orang (atau) personal, sedangkan keadilan itu pada banyak orang (atau) jamak sehingga lebih berkonotasi sosial keadilan itu. Kalau adil lebih berkonotasi personal,” kata Mahfud.

Dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Mahfud menyebut ada 4 kata adil dan berkeadilan. Kata itu disebutnya ada pada alinea 1 sampai 4 dalam Pembukaan UUD 1945.

“Kata adil dan berkeadilan di alinea UUD 1945 ada 4 kali. Di alinea pertama disebutkan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, oleh karena itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Jadi merdeka itu untuk itu untuk perikeadilan,” kata Mahfud.

“Alinea kedua, dan pergerakan perjuangan rakyat Indonesia telah sampai ke saat yang berbahagia, mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia yang merdeka, bersatu berdaulat adil dan makmur. Alinea 4 Pancasila itu menyebut ada adil dan keadilan, sila kedua menyebut adil dan beradab, sila kelima menyebut keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” sambungnya.

Lantas Mahfud mengambil kesimpulan bila keadilan yang memberdayakan adalah proses memberikan segala sesuatu pada tempatnya secara fisik dan materi. Namun menurutnya keadilan juga harus menyentuh sisi emosional.

“Dalam bahasa Arabnya, keadilan itu harus sesuai tempat dan ukurannya. Itulah adil. Tetapi juga harus secara psikologis dan emosional,” kata Mahfud.

Mahfud MD menambahkan, Kita adalah bangsa yang besar, yang siap memasuki Indonesia Emas 2045. Ialah Indonesia yang maju, artinya tingkat kemiskinan bisa ditekan dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Dan pada 2045 Indonesia diprediksi menjadi kekuatan nomor 4 terbesar di dunia. Modal kita sudah ada, SDA dan SDM kita. Sehingga bonus demografi adalah tahapan awal menuju Indonesia Emas.

“Kita jangan hanya tepat-tepat ukuran fisik dan materialnya saja, tapi misalnya bagaimana kita menghargai perbedaan itu. Perbedaan agama perbedaan kehidupan, bersifat toleran itu sebenarnya keadilan secara psikologis emosional sehingga kita meskipun ininya sudah diberikan kalau kita secara psikis emosional kita tidak memberi keadilan kita juga merasa tidak nyaman di dalam hidup ini,” imbuh Mahfud.

 362 total views,  2 views today