Presiden Jokowi: Pemerintah Harus Berani Cabut Regulasi Yang Menjebak

0

Lensa Media – Regulasi yang menjebak dan menakut-nakuti, kata Kepala Negara, tidak bisa dibiarkan karena justru menghambat inovasi. Oleh karena itu pemerintah menawarkan sejumlah solusi terkait regulasi di Indonesia.

Langkah-langkah itu mesti ditempuh pemerintah agar dapat menciptakan ekosistem politik, ekosistem hukum, ekosistem sosial yang kondusif. Agar itu bisa diterapkan, pemerintah tidak boleh terjebak pada regulasi yang kaku, ruwet dan rumit serta penuh basa-basi. Itu justru menyibukkan dan meruwetkan masyarakat dan pelaku usaha.

Hal tersebut disampaikan Presiden RI, Joko Widodo dalam pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Tahun 2019 di Gedung MPR\DPR\DPD di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

“Kita harus terus mencegah korupsi tanpa mengganggu keberanian berinovasi. Kita harus memanfaatkan teknologi yang membuat yang sulit menjadi mudah dan yang rumit menjadi sederhana,” ujar Jokowi.

Agar Indonesia unggul, pemerintah harus berani melakukan proses pencabutan atau pengurangan regulasi negara dengan penyederhanaan dan konsistensi regulasi sampai ke akar-akarnya.

“Reformasi perundang-undangan harus kita lakukan secara besar-besaran. Saya mengajak kita semua pemerintah, DPR, DPD, dan MPR juga Pemda, dan DPRD untuk melakukan langkah-langkah baru,” ujar Jokowi.

Oleh karena itu regulasi yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman harus dihapus. Regulasi yang tidak konsisten dan tumpang tindih antara satu dan lainnya harus diselaraskan, disederhanakan, dan dipangkas.

Sebab, inti dari regulasi adalah melindungi kepentingan rakyat, serta melindungi kepentingan bangsa dan negara. Regulasi, kata Jokowi, harus mempermudah rakyat mencapai cita-citanya.

 180 total views,  1 views today