RHS – ZW Unggul Berdasarkan Hasil Survey MPC PP Simalungun

0

Simalungun | Lensamedia.id – Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh lembaga survey majelis pimpinan cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) kabupaten Simalungun yang dibidangi bagian Politik hukum dan keamanan yang dipimpin oleh FX.Humuntal Rajagukguk, pasangan calon (Paslon) Bupati dan wakil bupati nomor 1 Radiapoh Hasiholan Sinaga – Zonny Waldi atau yang biasa dikenal RHS – ZW, unggul telak mengalahkan ketiga paslon lainnya.

Humuntal mengatakan survey yang dilakukannya telah dilakukan di 32 kecamatan kabupaten Simalungun dengan mengambil responden sebanyak 3200 orang dengan masing masing kecamatan 100 orang.

“Pasangan RHS-ZW unggul 8% dari pasangan Hasim-Tumpak yang menempati urutan kedua, kita telah melakukan survey di 32 kecamatan dengan menggunakan 3200 responden,survey ini kita lakukan dengan metode wawancara dan inilah situasi peta politik di kabupaten Simalungun saat ini,” terang Humuntal.

Ditambahkannya lagi bahwa Radiapoh mencalonkan diri menjadi Bupati Simalungun murni dari niat dan hatinya untuk membangun Simalungun tanpa desakan atau permintaan pihak lain.

“Radiapoh Sinaga maju sebagai calon Bupati Simalungun murni dari hati dan niatnya untuk membangun Simalungun demi kesejahteraan warga, dirinya maju tanpa ada desakan atau permintaan pihak lain dan tidak didanai oleh siapapun, figur seperti ini yang bisa membangun Simalungun kelak karena tidak diintervensi oleh pihak manapun saat menjabat, hal ini merupakan nilai positif bagi warga,” bilangnya.

“Pasangan Hasim-Tumpak menempati urutan kedua dan berhasil mengalahkan paslon Anton-Rospita sementara urutan terakhir ditempati oleh paslon Wagner-Abidin,” lanjutnya.

RHS-ZW dianggap sebagai pasangan yang ideal untuk membangun kabupaten Simalungun pada periode mendatang dengan perpaduan profil pengusaha dan birokrasi.

“RHS-ZW mendapat tempat di hati masyarakat karena dinilai memiliki program kerja yang sesuai untuk pembangunan di Simalungun dan saat ini warga Simalungun sangat menginginkan perubahan dan perubahan itu menurut warga hanya dapat dilakukan oleh paslon RHS-ZW,” jelas Humuntal.

Menurut Survey yang dilakukan MPC PP Simalungun tersebut bahwa paslon nomor 2 juga mendapat simpati dari warga karena memberikan program bantuan ternak lembu namun hal itu juga diduga kurang efisien.

“Program bantuan ternak lembu yang dijanjikan oleh paslon Hasim – Tumpak menjadikan mereka mendapat tempat di hati warga namun kelemahannya tidak semua warga ingin atau suka beternak Lembu, mereka tidak memiliki program bantuan hewan yang lain, contohnya Ayam, Babi, Bebek dan lainnya,” jelas Humuntal.

“Selain program yang kurang efisien, Hasim juga diduga ‘dihantui’ oleh profil Nazaruddin abang kandungnya yang baru saja keluar dari tahanan KPK karena tersandung kasus korupsi yang merugikan negara,” ucapnya.

“Paslon Hasim-Tumpak juga kita nilai ‘timpang’ karena tim bekerja kurang efektif dan kita lihat hanya Tumpak Siregar yang lebih aktif bergerak di lapangan,” tambahnya.

Pasangan Anton-Rospita nomor 4 kurang diminati oleh warga karena diduga sebagai kelanjutan dari penguasa yang sedang menjabat saat ini dan warga kabupaten Simalungun tidak menginginkan adanya dinasti politik.

“Warga kabupaten Simalungun menilai majunya Anton Saragih merupakan langkah yang diduga pembangunan dinasti politik, semua orang tau bahwa Anton adalah saudara kandung Bupati Simalungun yang saat ini sedang menjabat dan hal itu menjadi faktor penyebab rendahnya simpati masyarakat pada paslon ini,” bilangnya.

“Kita menduga apa yang dilakukan oleh paslon Anton-Rospita dengan menggerakkan aparatur sipil negara, baik itu kadis,camat bahkan Pangulu hingga Gamot tidak efektif karena para ASN hingga Gamot juga ‘dihantui’ ketakutan, mereka pasti berpikir resiko yang akan diterimanya jika terlibat dalam memenangkan salah satu calon, resiko tersebut pastinya tidak sebanding dengan yang dikerjakannya dan hukumnya adalah pidana,” papar ketua LSN tersebut.

“Sementara paslon Wagner-Abidin kurang populer di masyarakat bahkan banyak warga juga tidak tau kalau paslon ini sebagai kandidat calon bupati, hal ini disebabkan lemahnya mesin politik yang dimiliki oleh paslon,” ungkap Humuntal.

Hasil Survey yang diperoleh tim MPC PP Simalungun pada 26-31 Oktober 2020 lalu merupakan cerminan bahwa warga kabupaten Simalungun sangat menginginkan adanya perubahan dan hasil tersebut juga dapat berubah sesuai dengan pergerakan mesin politik partai dan tim sukses masing masing paslon.

“Hasil survey yang kami peroleh sejak 26-31 oktober lalu merupakan cerminan bahwa warga sangat inginkan adanya perubahan dari yang saat ini namun hasil ini dapat berubah sesuai dengan mesin politik dan kinerja tim sukses masing masing paslon dan sampai hari ini paslon RHS-ZW unggul dari pesaingnya,dengan persentase
1.Radiapoh Hasiholan Sinaga,SH-Zonny Waldi 33.60% =1076
2.Hasim-Tumpak Siregar 25,6% = 819
3.Anton Saragih-Rospita Sitorus 24,1% = 771
4.Wagner Damanik-Abidin Syah Saragih 16,7% = 534
Jumlah tersebut kami peroleh dengan melakukan survey di 32 kecamatan, RHS-ZW unggul dan pastinya paslon lain tidak dapat mengejarnya lagi,” ucap Humuntal mengakhiri saat disambangi kru media di secretariat MPC PP Simalungun, Kamis 5 November 2020 siang. (Red)

 568 total views,  1 views today