Tidak Ada Peluang untuk PSU di Simalungun, Timbul Jaya ajak Kolaborasi

0

Simalungun | Lensamedia.id – Pilkada Kabupaten Simalungun, yang digelar pada Rabu, 9 Desember 2020 sudah selesai dilaksanakan namun ada upaya salah satu paslon untuk menggugat ke MK agar digelarnya Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Ketika diminta tanggapan terkait hal tersebut, dua komisioner KPUD Kabupaten Simalungun, Divisi Sosialisasi Pendidikan, Pemilih dan Parmas, Puji Rahmat Harahap dan Divisi Teknis Penyelenggaraan, Fatimah Yanti Sinaga menyebutkan, tidak mungkin terjadi PSU, karena saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Simalungun berjalan dengan aman, kondusif dan tanpa gangguan apa pun.

“Semua aman-aman saja dan kondusif saat pelaksanaan pilkada,” kata Puji Rahmat Harahap melalui seluler, Sabtu (12/12/2020).

Bahkan, hasil monitoring yang dilakukan KPU Simalungun, dugaan kecurangan atas pilkada tidak ditemukan. Sehingga, pemungutan suara ulang disebut mustahil terjadi.

“Tidak ada pintu itu, dan mustahil PSU. Hasil monitoring saat pelaksanaan pilkada tidak ditemukan dugaan kecurangan,” kata Puji

Selain itu, tidak ada kemungkinan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan peluang itu hanya dapat dilakukan jika ada dugaan kecurangan atau hal-hal lain.

“Kemungkinan ke MK itu, misalnya jika selisih perolehan suara maksimal 1 persen. Kemudian, kalau ada dugaan kecurangan, itu ranahnya di Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) atau PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara),” ujarnya.

Sementara itu, Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Simalungun, Fatimah Sinaga mengatakan mengenai paslon PSU di Pilkada Simalungun

“Tidak ada lagi PSU. Karena, untuk pemungutan suara ulang, dua hari setelah hari H (pelaksanaan pilkada) sudah sampai rekomendasi dari KPPS dan Bawaslu kepada kami. Dan sejauh ini tidak ada,” paparnya Fatimah Via seluler

Ditanya, apakah juga tidak ada kemungkinan ke MK? Fatimah menjelaskan sama saja dan tidak ada. “Kemungkinan ke MK itu mengenai perselisihan hasil. Itulah yang dibawa ke sana (MK),” jelasnya sembari menambahkan sejauh ini selisih hasil perhitungan suara di TPS tidak ada.

Namun, Pilkada Simalungun sudah usai dilaksanakan, aman, damai dan tertib.

“Pilkada itu, bertujuan untuk memilih pemimpin yang bisa membangun daerah lebih maju, membuat masyarakat lebih sejahtera, dan menciptakan rasa aman kepada masyarakat” Tutur Timbul Jaya, Ketua DPRD Simalungun.

Peradaban suatu daerah ditentukan oleh pola pikir dan pola hidup masyarakat, bergotong royong untuk membangun daerah itu menjadi salah satu cara terbaik.

“Setelah selesai Pilkada, ayo kita bersama-sama gotong royong untuk memajukan daerah tercinta kita yaitu simalungun, semua paslon harus berkolaborasi untuk memajukan simalungun, agar tujuan-tujuan tersebut bisa tercapai” tambah Ketua DPD Golkar Simalungun.

Seperti diketahui, pilkada dilaksanakan, Rabu (9/12) dengan jumlah empat paslon Bupati dan Wakil Bupati. Data yang diperoleh, di Kecamatan Siantar, paslon urut 1 Radiapoh Hasiholan Sinaga-Zonny Waldi peroleh suara terbanyak 13.704.

Kemudian, paslon urut 4 H Anton Achmad Saragih-Rospita Sitorus memperoleh sebanyak 7.866. Untuk paslon urut 2 H Muhajidin Nur Hasim-Tumpak Siregar memperoleh 8.733 suara dan paslon urut 3 Wagner Damanik-Abidinsyah Saragih memperoleh 2.369 suara. (***/Red)

 166 total views,  1 views today